Ketegangan langsung terasa di Munich Football Arena saat dua finalis semifinal Piala Dunia 2018, Inggris dan Kroasia, kembali bersua dalam laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026. Memori pahit kekalahan 1-2 di Rusia masih membekas bagi The Three Lions, namun dengan skuad yang lebih matang, berisi perpaduan pengalaman dan talenta muda yang tengah mekar, laga ini diprediksi menjadi ajang balas dendam sekaligus penegasan dominasi di panggung global.
Head-to-head & Performa Terkini
Sejarah pertemuan kedua tim selalu berlangsung sengit. Dalam 11 duel terakhir, Inggris unggul tipis dengan 5 kemenangan berbanding 3 milik Kroasia, sementara 3 laga lainnya berakhir imbang. Pertemuan terakhir di UEFA Nations League 2022 menunjukkan dominasi Inggris dengan kemenangan 2-1 di Wembley dan hasil tanpa gol di Split. Namun, memori paling kelam justru terjadi di semifinal Piala Dunia 2018, saat Kroasia membalikkan keadaan dan menang 2-1 melalui extra time.
Dari sisi performa terkini, Inggris datang ke turnamen sebagai salah satu unggulan. Di kualifikasi, pasukan Gareth Southgate menyapu bersih 8 pertandingan dengan rekor sempurna, mencetak 31 gol dan hanya kebobolan 3. Jude Bellingham dan Declan Rice menjadi motor di lini tengah, sementara Harry Kane tetap tajam di lini depan. Kroasia juga tampil solid meski harus puas sebagai runner-up grup di bawah Belgia, namun tetap lolos otomatis. Pengalaman para veteran seperti Luka Modric (kini 40 tahun namun masih vital) dan Marcelo Brozovic menjadi fondasi, didukung regenerasi di sektor bek kiri oleh Josko Gvardiol.
- Inggris di 5 laga terakhir: Menang atas Prancis (3-1), Swedia (4-0), Skotlandia (2-0), Ukraina (2-1), dan kalah di uji coba melawan Brasil (1-2).
- Kroasia di 5 laga terakhir: Menang atas Latvia (5-0), Armenia (2-0), imbang melawan Belanda (2-2), kalah dari Spanyol (0-1), dan menang atas Wales (2-1).
Analisis Kekuatan dan Kelemahan
Inggris mengandalkan formasi 4-3-3 yang fleksibel. Kekuatan utama terletak di sektor sayap dengan kecepatan Bukayo Saka dan Marcus Rashford yang bisa membongkar pertahanan lawan. Kehadiran Jude Bellingham sebagai box-to-box midfielder memberikan dimensi baru: ia mampu menusuk dari lini kedua, mendistribusikan bola, dan mencetak gol. Harry Kane sebagai ujung tombak bukan hanya finisher ulung, tapi juga kreator ruang bagi pemain lain. Kedalaman skuad Inggris juga menakutkan dengan opsi seperti Phil Foden, Eberechi Eze, dan Ollie Watkins di bangku cadangan.
Kelemahan Inggris justru ada pada konsistensi lini belakang. John Stones kerap kehilangan fokus dalam momen krusial, sementara Kyle Walker yang sudah berusia 36 tahun kadang terlambat dalam transisi defensif. Jika kehilangan bola di area tengah, serangan balik cepat lawan bisa menjadi petaka.
Kroasia tetap mengandalkan penguasaan bola dengan trio gelandang veteran: Modric, Brozovic, dan Mateo Kovacic. Pengalaman mereka dalam mengontrol ritme pertandingan masih menjadi ancaman bagi tim mana pun. Gvardiol menjadi jenderal di lini belakang dengan kemampuan membaca permainan dan agresivitasnya. Namun, kelemahan Kroasia sangat terlihat: kecepatan pemain belakang yang menurun. Dejan Lovren sudah pensiun, sementara Domagoj Vida dan Borna Barisic tidak lagi ditopang kecepatan. Ini bisa menjadi celah besar saat menghadapi transisi cepat Inggris.
Lini depan Kroasia juga minim predator murni. Andrej Kramaric lebih sering bermain sebagai false nine, dan meski Ivan Perišić masih bisa menjadi ancaman lewat crossing, kecepatan individu Saka mudah memanfaatkan ruang di belakangnya.
Prediksi & Rekomendasi
Dengan mempertimbangkan dinamika taktik dan momentum terkini, Inggris lebih diunggulkan untuk memenangi laga ini. Kecepatan sayap dan agresivitas Bellingham akan menjadi kunci untuk merusak struktur pertahanan Kroasia yang rentan terhadap serangan balik. Di sisi lain, Kroasia akan berusaha mengontrol penguasaan bola dan menumpulkan tempo permainan, namun kedalaman skuad Inggris yang lebih segar di babak kedua bisa membuat perbedaan.
Laga diprediksi terbuka dengan peluang gol dari kedua kubu. Inggris kemungkinan besar mencetak gol lebih dulu, namun Kroasia bisa menyamakan melalui skema bola mati atau aksi individu Modric. Namun, pada akhirnya kualitas lapis kedua Inggris akan jadi pembeda. Prediksi skor: England 2-1 Croatia. Untuk pasar handicap, opsi England -0.75 layak dipertimbangkan, sementara jumlah gol di atas 2.5 juga menjadi pilihan menarik.
Kesimpulannya, ini adalah duel antara pengalaman dan energi muda. Inggris memiliki semua modal untuk membalas sakit hati masa lalu, asalkan Southgate mampu memaksimalkan agresivitas tanpa mengorbankan keseimbangan. Kroasia bukan lawan yang mudah dikalahkan, namun perjalanan waktu perlahan menggerus ketajaman lini yang menjadi andalan mereka. Publik Munich akan menyaksikan pembuktian The Three Lions bahwa mereka layak disebut tim paling serius di turnamen ini.